BerandaHumanioraLintas KalselPeristiwa

BPBD Kalsel Belum Deteksi Hotspot Karhutla

100
×

BPBD Kalsel Belum Deteksi Hotspot Karhutla

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARBARU– Meski sesekali hujan masih turun membasahi bumi Lambung Mangkurat, hawa panas yang mulai menyengat belakangan ini jadi sinyal kuat: musim kemarau sudah di depan mata. Tak ingin kecolongan oleh si “Jago Merah”, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan pun langsung tancap gas melakukan persiapan.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan bahwa seluruh pasukan pemadam dan penanggulangan bencana kini dalam posisi siaga satu.
Instruksi Langsung dari Atas
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Instruksi langsung datang dari Gubernur Kalsel, Muhidin, yang disampaikan melalui Sekda Kalsel dalam apel gabungan di Banjarbaru, Senin (6/4/2026) pagi.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait pun sudah mengirimkan “surat cinta” alias edaran agar daerah tidak santai-santai menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini.
> “Surat edaran dari pusat sudah kami terima dan langsung kami teruskan ke seluruh Kabupaten/Kota di Kalsel. Intinya, kita semua harus siap sedia sebelum asap muncul,” ujar Ronny usai apel.
>
### Personel dan Mesin Mulai “Dipanaskan”
Ronny meminta BPBD di tingkat kabupaten dan kota tidak hanya sekadar berjaga di kantor. Ia menekankan tiga poin penting yang harus dilakukan sekarang juga:
1. **Cek Pasukan:** Pastikan personel dalam kondisi fit dan siap meluncur kapan saja.
2. **Cek Alat:** Mesin pompa, selang, hingga armada tangki harus dipastikan “sehat” dan tidak macet saat diperlukan.
3. **Patroli Rutin:** Keliling ke daerah-daerah rawan yang tanahnya mulai mengering.
Jangan Asal Bakar Lahan!
Selain kesiapan petugas, Ronny juga menitipkan pesan menyentuh untuk seluruh warga Banua. Pasalnya, peran masyarakat adalah kunci utama agar Kalsel tetap “bernafas lega” tanpa kepungan asap.
“Kami memohon dengan sangat kepada warga, tolong jangan membakar lahan sembarangan. Jaga lingkungan kita, apalagi yang dekat dengan permukiman. Sedikit saja api merembet, urusannya bisa panjang,” tegasnya.
Cuaca Lagi “Gundah Gulana”
Fenomena cuaca saat ini memang cukup unik. Ronny mengingatkan bahwa walau masih ada hujan yang turun sesekali, suhu udara di Kalsel terpantau cukup tinggi dan menyengat kulit. Kondisi “panas-lembab” seperti ini justru bisa memicu kebakaran jika kita lengah.
“Memang sekarang belum ada titik api (hotspot), tapi suhu udara kita lagi tinggi-tingginya. Jadi, lebih baik kita waspada dari sekarang daripada menyesal kemudian,” tutup Ronny dengan nada penuh harap. Ary/MC Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *