BerandaBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Gadis 18 Tahun Di Simpang Empat Banjar Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi

71
×

Gadis 18 Tahun Di Simpang Empat Banjar Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi

Sebarkan artikel ini

Foto/Humas Polres Banjar
Jejakborneonews.com, Warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dikejutkan dengan kabar duka yang menyelimuti keluarga RE  pada Minggu dini hari, 19 April 2026. Gadis berusia 18 tahun yang masih berstatus siswi di SMK Negeri 1 Simpang Empat ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya sendiri.
Kejadian ini menyisakan kesedihan mendalam bagi sang ibu dan kerabat lainnya. Sebelum kejadian, RE diketahui sempat bekerja di sebuah warung makan sebagai pekerjaan sampingan untuk membantu kesehariannya. Setelah warung tutup pada Sabtu malam sekitar pukul sepuluh, tidak ada yang menyangka bahwa kepulangannya malam itu menjadi momen terakhir bagi keluarga melihatnya dalam keadaan sehat.
Penemuan Jasad yang Memilukan
Peristiwa kelam ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang juga sepupu korban, sekitar pukul setengah tiga dini hari. Saat baru saja pulang dari Banjarbaru dan masuk melalui pintu depan, saksi melihat pemandangan janggal di kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka. Ia melihat tangan yang tergeletak di lantai.
Karena merasa takut, ia segera meminta bantuan ibunya untuk mengecek bersama. Saat itulah mereka mendapati RE  sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang memprihatinkan. Tanpa menunggu lama, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Simpang Empat sekitar pukul 03.40 Wita agar segera ditangani pihak berwajib.
Harta Benda Hilang dan Penyelidikan Polisi
Kasus ini kini dalam penyelidikan serius pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan dari ibu korban, terdapat beberapa barang berharga milik RE yang tidak ditemukan di lokasi kejadian, yakni satu unit sepeda motor dan telepon genggam miliknya. Hal ini memperkuat dugaan adanya tindak kriminal pembunuhan  yang menyertai kematian korban.
Guna memastikan penyebab pasti kematian, jenazah RE  dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani proses autopsi.

Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar Iptu M.Rifani, SE, membenarkan peristiwa tersebut.
Masyarakat sekitar berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap tabir di balik kejadian ini dan menangkap pelaku yang tega berbuat keji terhadap remaja yang dikenal rajin tersebut. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *