BerandaEkonomi & BisnisLintas KalselPeristiwaPolitik

Gubernur Kalsel Sorot Rendahnya Penggunaan QRIS

77
×

Gubernur Kalsel Sorot Rendahnya Penggunaan QRIS

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, Palangkaraya – Era sekarang semua serba digital, termasuk urusan bayar-membayar. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, mengajak masyarakat Kalsel untuk mulai beralih dari uang tunai ke transaksi non-tunai, salah satunya dengan menggunakan QRIS.
Hal ini disampaikan Gubernur saat memimpin rapat besar Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalsel di Palangkaraya, Rabu (15/4). Ia menyoroti bahwa saat ini penggunaan QRIS di tengah masyarakat Kalssl masih tergolong rendah, yakni di bawah 10 persen. Padahal, fasilitas dan sistemnya sudah sangat siap.
“Mungkin kita kurang sosialisasi. Jadi, mari kita perbanyak edukasi dan ajari masyarakat sampai mereka terbiasa pakai QRIS,” ujar Gubernur Muhidin dengan semangat.
Bukan hanya masyarakat, Gubernur juga menyentil jajaran Pemerintah Daerah (Pemda). Ia mendorong agar setiap Pemda memiliki Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk transaksi keuangan daerah. Saat ini, baru 6 dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang menerapkannya. Menurut beliau, pemerintah harus memberi contoh dulu sebelum mengajak warganya.
Kenapa digitalisasi itu penting? Selain bikin transaksi jadi simpel karena tidak perlu bawa uang kembalian, sistem ini juga menjadi alat pengawasan yang ampuh. Setiap rupiah yang dikelola jadi lebih transparan dan benar-benar bermanfaat buat orang banyak.
Kabar baiknya, secara sistem, seluruh daerah di Kalsel sebenarnya sudah masuk kategori digital dengan skor yang sangat memuaskan. Mesin dan aplikasinya sudah tersedia dengan baik di berbagai penjuru wilayah. Hanya saja, kebiasaan masyarakat kita memang masih banyak yang nyaman menggunakan uang tunai (di atas 50 persen).
Untuk memacu semangat digitalisasi ini, Gubernur setuju jika nantinya ada program insentif atau hadiah bagi masyarakat maupun Pemda yang aktif menggunakan QRIS. Ia  juga meminta Bank Kalsel dan pihak terkait untuk memastikan layanan digitalnya selalu kuat dan tidak mudah gangguan.
Dalam acara ini, Kota Banjarbaru berhasil menyabet penghargaan Banua Digital Award 2026 sebagai daerah dengan transformasi digital terbaik. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur H. Muhidin.
Yuk, warga Banua, mulai sekarang jangan ragu pakai QRIS. Selain keren dan kekinian, transaksi jadi lebih aman dan tercatat dengan rapi. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *