BerandaBerita NasionalHumanioraLintas KalselPeristiwa

Tragis! Suami Temukan Istri Gantung Diri Di Astambul

229
×

Tragis! Suami Temukan Istri Gantung Diri Di Astambul

Sebarkan artikel ini

Foto/Polsek Astambul
Jejakborneonews.com, Banjar – Suasana tenang di Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Kalsel, mendadak berubah menjadi isak tangis pada Senin (30/3/2026) siang. Seorang Ibu Rumah Tangga berinisial R (31) ditemukan meninggal dunia setelah melakukan aksi nekat gantung diri di ruang tengah rumahnya sendiri.
Kejadian yang menyayat hati ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi sang suami yang menjadi orang pertama yang menemukan sang istri dalam kondisi tak bernyawa.
Berawal dari Ucapan yang Dikira “Angin Lalu”
Siapa sangka, momen santai di siang bolong itu ternyata menjadi pertemuan terakhir korban dengan keluarganya. Sekitar pukul 13.45 WITA, R sempat berkumpul dan bercengkerama dengan suami serta dua saksi lainnya.
Di tengah obrolan itu, korban sempat berucap ingin mengakhiri hidup. Namun, karena suasana sedang santai, pihak keluarga menganggap ucapan tersebut hanyalah candaan belaka.
“Korban sempat dinasihati oleh saksi agar jangan bicara seperti itu. Setelahnya, para saksi meninggalkan korban. Suami korban pun sempat beristirahat di dekat lokasi, namun posisinya membelakangi korban karena terhalang kain kelambu,” ujar Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Rifani.
Hanya Berselang Lima Menit
Maut memang tidak ada yang tahu. Hanya berselang lima menit setelah obrolan terakhir itu, sang suami menoleh dan betapa hancurnya perasaan beliau melihat sang istri sudah dalam posisi tergantung.
Panik luar biasa, sang suami langsung berusaha menyelamatkan istrinya dengan memotong tali jalinan yang digunakan. Warga pun berdatangan memberikan pertolongan, namun takdir berkata lain. Nyawa RW tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesaat kemudian.
Polisi Turun Tangan
Menerima laporan warga sekitar pukul 14.20 WITA, personel Polsek Astambul bersama Unit Inafis Polres Banjar langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian Astambul menyebut peristiwa ini diduga dipicu oleh tekanan ekonomi yang dihadapi keluarga tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka dan saling menjaga terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat, terutama jika mereka mulai menunjukkan tanda-tanda depresi atau memberikan isyarat-isyarat tertentu, meskipun dibungkus dengan nada candaan.

PENTING: Jika Anda atau orang terdekat mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau berbicara dengan orang yang Anda percayai. Anda tidak sendirian.
>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *