BerandaBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Dua Pekan Terjebak Banjir, Mbah Juli Terharu Terima Bantuan

228
×

Dua Pekan Terjebak Banjir, Mbah Juli Terharu Terima Bantuan

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BARITO KUALA – Di tengah kepungan air yang tak kunjung surut selama lebih dari dua minggu, warga Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), akhirnya bisa bernapas sedikit lega. Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, pada Jumat (16/1/2026) petang, menjadi oase di tengah musibah yang melanda sejak awal tahun baru lalu.
Membawa amanah dan salam hangat dari Gubernur H. Muhidin, Wagub Hasnuryadi hadir tidak hanya membawa bantuan, tapi juga harapan bagi ratusan keluarga yang merasa “terlupakan”.
“Kami Merasa Tidak Sendirian Lagi”
Suasana haru menyelimuti dialog antara warga dan Wagub. Salah satunya datang dari Mbah Juli (70), warga lansia yang matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan. Sudah 16 hari ia dan tetangganya bertahan di rumah yang terendam air hingga setinggi lutut.
“Kami sangat berterima kasih. Kedatangan pemerintah membuat kami merasa tidak sendirian lagi menghadapi banjir ini,” ucap Mbah Juli lirih.
Faktanya, dari 667 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut, sebanyak 457 KK terdampak langsung. Sebanyak 382 rumah warga terendam air yang sifatnya “statis”—air yang menggenang diam dan hanya bisa surut jika saluran menuju Sungai Barito kembali normal.
Pesan Semangat dan Aksi Nyata
Wagub Hasnuryadi, yang didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Trisya, menyerahkan 457 paket sembako serta mendirikan posko kesehatan gratis. Tim medis langsung bergerak memeriksa warga yang mulai terserang penyakit kulit dan gatal-gatal akibat lingkungan yang tidak higienis.
> “Bapak Gubernur H. Muhidin menitipkan salam dan doa. Beliau berpesan agar warga tetap kuat, sabar, dan saling bahu-membahu. Dengan semangat dan harapan, kita bisa melewati ujian ini bersama-sama,” ujar pria yang akrab disapa Bang Hasnur ini di hadapan warga.

Sawah Gagal Panen dan Jalan Desa yang Lumpuh
Dibalik bantuan darurat, tersimpan duka mendalam bagi para petani. Bahtiar Rifani, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan bahwa sekitar 300 hektar sawah bibit unggul dipastikan gagal panen total karena terendam terlalu lama.
Tak hanya urusan perut, infrastruktur desa pun luluh lantak. Jalan utama dan akses anak-anak menuju sekolah rusak parah, membuat mobilitas warga tersendat.
“Banjir di sini berbeda, airnya diam. Kendala utama ada di pembuangan akhir menuju Sungai Barito. Kami berharap ada solusi jangka panjang, seperti perbaikan tata kelola air dan program peninggian struktur rumah warga,” harap Bahtiar.
Mengetuk Hati Para Dermawan
Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan, Wagub Hasnuryadi juga mengajak para dermawan dan masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut peduli.
“Bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengetuk hati siapa pun yang mampu untuk ikut membantu saudara-saudara kita di Tebing Rimbah yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya.
Kunjungan ini juga didukung oleh Hasnur Group, Yayasan Hasnur Centre, Nur Sulaiman Community (HSC), serta UPZ Bakti Banua sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan sektor swasta dalam menangani bencana. (Ary/Adpim Kalsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *